Selasa, 12 Mei 2009

Jeritan Tangisku Untuk Kakak Ku










Ku hanyalah seorang adik yang mengharapkan perhatian dan kasih sayang dari seorang kakak. Bukan untuk mendapatkan amarah dan lampiasan semata. Aku tak butuh materi dan kesediaan, tapi aku juga butuh sentuhan kasih sayang,perhatian,pengertian,bisa berbagi cerita dan bisa bercanda tawa bersama.
Hanya sebuah dukungan semangat dan kebersamaan lah yang membuatku mampu untuk menjalani hidup ini. Tapi kenyataan yang ku dapatkan hanyalah sebuah harapan dan mimpi. Kini semangat itu telah padam dan hati ini telah rapuh. Sebuah kepercayaan yang kuharapkan hanyalah sebuah ketidakpercayaan bagi dirinya.
Seorang kakak yang ku anggap dia bisa mempercayaiku dengan kejujuranku, malah menganggap kejujuranku adalah sebuah kata dusta. Ku tak menyangka seseorang kakak yang ku harapkan bisa mendukung aku, malah mematahkan semangatku dan membuat hatiku menjadi rapuh.
Hatiku sangat sakit dan terasa hancur berkeping - keping, hingga membuat dada ini terasa sesak. Aku tak tau harus bagaimana lagi untuk melawan rasa sakit hati ini. Aku takut jika kelak, aku tak bisa meraih mimpi - mimpi ku.
Kakak, andai saja kau mendengar tangis dan jeritan hatiku ini. Betapa bahagia dan cerianya hatiku. Tapi kau tak pernah sedikitpun mencoba mendengar tangis dan jeritan hati ini. Kakak ku hanyalah seorang adik yang ingin mendapat sentuhan kasih sayang dari seorang kakak. Bukan untuk mendapat kebencian dan amarah darimu.
Tolong mengerti aku dan hatiku sebagai seorang adik. Dan tolong pahami aku dengan semua harapanku. Kakak ku hanya ingin sentuhan rasa sayang dan dukungan semangat darimu.

Kamis, 26 Maret 2009

Keyakinan Melakukan Perubahan

Dalam hidup aku selalu berharap bahwa apa yang aku impikan akan terwujud. Tapi aku masih merasa belum sanggup untuk meraih impian itu. Karena keyakinan dalam diriku saja masih sangat kurang. Dan aku tak sanggup meraih semua impian itu sendirian.
Dan dalam hidup juga aku berharap orang-orang yang ada disekitar ku mau mendukung kegiatan yang aku lakukan selama kegiatan itu positif untukku. Tapi kenyataannnya ada sesuatu yang kurasa kurang dalam hidupku. Aku merasa sulit untuk mendapatkan dukungan semangat itu . Dan aku semakin takut untuk menghadapi hidup ini sendirian. Karena orang yang aku sayangi semakin lama terasa semakin jauh dariku.
Aku hanya ingin mereka tau bahwa aku benar-benar menyayangi mereka dengan segenap hatiku. Dan aku juga ingin mereka tau, bahwa rasa sayang ini tak bisa di ukirkan. Tapi terkadang mereka salah paham dengan semua maksud baikku kepada mereka. Hingga akhirnya membuat mereka satu demi satu pergi meninggalkan aku.
Ku tak ingin hidup dalam ketakutan dan kesendirian. Aku ingin bangkit dari semua keterpurukan ini. Hingga akhirnya aku temukan sebuah sinar kehangatan dan keceriaan. Dan dari situlah aku belajar untuk terus bangkit dan melakukan perubahan dalam hidupku. Aku ingin menunjukkan kepada semua orang termasuk orang tua ku bahwa diriku bisa melakukan perubahan itu. Dan bisa menjadi kebanggaan bagi diriku dan orang lain.
Aku juga ingin menunjukkan pada semua orang bahwa mereka tidak pernah sendiri. Mereka akan merasa lebih senang andai saja mereka mau melakukan perubahan dari kebiasaan buruknya menjadi kebiasaan baiknya. Dan perubahan itu bisa kita lakukan selama kita mempunyai keyakinan dan semangat untuk melakukan perubahan. Hanya keyakinan dalam dirilah yang membuat semua orang mampu melakukan perubahan.

Minggu, 22 Maret 2009

Bangkitlah Sobat
















Hidup ini penuh misteri
Tapi sadarilah sobat
Hidup itu indah
Bangkitlah sobat

Bangkit dari keterpurukan
Bangkit dari kepenatan di dada
Tegarkanlah hatimu
Dan jadikanlah dirimu seperti dulu

Orang yang penuh semangat
Orang yang selalu cuek
Orang yang mudah bergaul
Orang yang penuh tantangan

Jangan jadikan dirimu
Selalu terbayang oleh masa lalu
Sambutlah masa depan mu
Masa depan mu masih panjang

Sobat, sadarilah
Bahwa kau masih punya sahabat
Jangan takut untuk sendirian
Karena aku masih menunggu disini

Jumat, 20 Maret 2009

Mungkinkah Cintanya Bisa Kuraih




Entah mengapa,aku juga tak tau apa arti tentang yang kurasa kini. Aku pun tak tau maksud dari semua ini. Hanya satu hal yang ku tau dan kurasa pasti yaitu dada dan hati ini serasa sesak. Bahkan jantung ini berdetak sangat lambat dan tak teratur.

Di saat ku harus merasakan kenyataan yang pahit ini. Rasa sakit hati ini sulit untuk aku bendung lagi. Dan ku tak bisa berhenti untuk meneteskan air mata ini. Air mata ini seolah olah ingin terus menetes dan sulit untuk di bendung lagi.
Dan ini semua terjadi disaat aku harus menyadari kenyataan yang sebenarnya. Bahwa cintanya yang tak mungkin bisa untuk ku raih.
Dan ku tak tau apa setelah ini ku masih bisa merasakan cinta itu lagi. Cinta yang pernah membuatku tertawa dan cinta yang mengajarkan ku tentang arti kecerian,ketulusan,pengorbanan. Semua cinta itu aku dapat kan dari dirinya.
Bahkan dia juga yang mengajarkan ku untuk selalu ceria dalam menghadapi hidup. Mungkinkah tawa itu masih bisa ku miliki.
Dan mungkinkah masih ada waktu di saat ku ingin bercanda tawa dengannya lagi. Atau mungkin sudah tidak ada waktu untuk ku lagi bersama dirinya.
Tolong,beri aku satu alasan untuk meyakinkan hatiku tentang rasa yang kini aku rasakan. Benarkah rasa sakit ini karena dirinya,atau hanya karena sesuatu yang semu.

Minggu, 15 Maret 2009

Persahabatan



Dia mengajakku tertawa
Dan dia juga yang membuatku kagum
Bersamanya ku rasakan hangatnya mentari
Dialah sumber keceriaanku


Bila bersamanya ku tak pernah merasa sedih
Karena di saat aku bersedih
Dia selalu hadir untuk menghiburku
Dan membuatku tersenyum lagi



Bersamanya ku jalin persahabatan
Dan kita bercanda tawa bersama
Kita saling berbagi cerita
Cerita tentang kebahagiaan dan kesedihan

Cinta adalah persahabatan
Bagiku dialah sahabatku
Dan dialah cintaku
Cinta dalam persahabatan

Kamis, 05 Maret 2009

Dirinya

Dirinya yang pernah hadir
Dirinyalah yang telah pergi
Dia yang membuatku tertawa
Dirinya pula yang membuatku kecewa
Dia yang membuatku tersenyum
Dia juga yang membuatku menangis
Dia yang membuatku ceria
Dia pula yang membuatku bersedih
Dia yang membuatku benci
Dia pula yang membuatku gelisah
Dia yang membuatku bingung
Dia juga yang membuatku rindu
Semakin ku membenci dirinya
Semakin besar rasa rinduku untuk dia
Dia yang slalu membuat
Warna warni dalam hidupku

Jumat, 27 Februari 2009

Di Kala Ku Bersama Sahabatku



Di kala t
erbit fajar datang menyingsing pagi. Dan sang surya telah menampakkan sinar indahnya. Aku duduk di tepian danau tuk sejenak termenung dalam khayalanku. Di temani hembusan angin dan semerbak harum bunga bunga yang mewangi. Disinilah ku coba tuk melepas semua beban dihatiku dan mencoba memberanikan diriku untuk melawan ketakutan untuk menghadapi esok hari.

Di tempat inilah kucurahkan segalanya,semua penat di hatiku dan benakku. Ku curahkan semua yang kurasakan bersama hembusan angin dan tetesan air yang mengalir. Bersama kawan merpati ku ingin terbang ke awan dan ke angkasa. Dan kini di kala sang senja hadir dalam lamunanku,ku teringat bahwa saat ini ku hanya bermimpi. Bermimpi tentang sesuatu yang tak pasti. Ku tak ingin bila yang kurasa kini hanya mimpi belaka. Karena ku hanya inginkan sesuatu yang pasti.

Dan kini disaat malam telah hadir dan di ikuti cahaya sang rembulan. Ku temukan titik terang dalam hatiku yaitu kerlap kerlip cahaya bintang yang kan menemaniku dalam kesendirianku di setiap malam. Bahkan kini sang rembulan tersenyum menatapku. Dan sang rembulan mengajakku untuk terbang ke angkasa tuk sejenak ajakku bermimpi. Dan dia mengajarkanku untuk menghadapi kegelapan. Dia yang mengajakku tuk melawan kesedihan dan ketakutan.

Sang rembula dan bintang mengajakku tuk hadapi esok hari. Dan membuatku yakin bahwa esok hari ku masih bisa menatap sang matahari. Dan membuatku yakin bahwa disini ku tak sendiri. Tapi masih banyak orang yang mau mengulurkan tangannya untukku dan menggenggam erat tanganku dan takkan pernah untuk melepasnya. Mereka yang mengajarkanku tentang arti sebuah persahabatan.

Suatu persahabatan tak hanya di ucapkan di setiap kata yang terucap. Tapi di rasakan di dalam hati dan memaknai apa yang telah terjadi. Dan suatu persahabatan takkan mudah untuk dilalui. Karena ada masanya untuk sebuah persahabatan di pertaruhkan untuk sebuah kepercayaan dan kebersamaan. Bahkan juga mengharuskan adanya kasih sayang yang terukir dalam sebuah persahabatan. Mungkin dalam waktu sedetik saja persahabatan bisa terpecah. Tapi seketika persahabatan itu akan kembali pada masanya. Dan pasti akan ada suatu rasa kerinduan yang di rasa dalam suatu persahabatan. Dan yang akan membuat erat dan utuhnya tali persahabatan.

Kamis, 26 Februari 2009

Mimpiku

Di kala terbit fajar datang di iringi indahnya sinar matahari burung burung mulai mengepakkan sayap indahnya untuk terbang ke awan. Dan disini aku duduk termangu dalam kesendirianku. Di tepian danau ku hanya bisa menatap indahnya langit dan derasnya air yang mengalir. Aku bukan merpati yang bisa terbang. Dan aku juga bukan sang fajar yang bisa memberikan cahaya ketenangan.
Ku hanyalah seseorang yang bermimpi tentang keindahan yang ingin ku rasakan. Meskipun yang pada kenyataannya mimpiku tak semuanya bisa aku raih. Dan disinilah ku coba merenung sejenak tuk melepas semua beban dan penat di dada serta benakku. Ku ingin mendapat sebuah jawaban dari semua pertanyaan di hatiku. Hingga ku tahu bagaimana aku harus menghadapi semua ini.
Dan kini di kala sang senja telah hadir tuk menggantikan pagi,aku mulai tersadar dari lamunanku. Ku berdiri dan beranjak pergi dari tempat dimana ku telah bermimpi. Ku coba untuk bangkit dari keterpurukan ini tuk gapai mimpiku. Ku tak ingin hanya bermimpi tapi ku ingin raih mimpiku. Meskipun belum tentu mimpi yang ku harapkan bisa aku raih. Tapi aku hanya ingin berusaha untuk meraihnya. Ku tak ingin di anggap lemah dan hanya bisa bermimpi,tapi ku hanya ingin buktkan bahwa aku bisa.
Sang rembulan telah hadir dalam hatiku dan mengajakku untuk meraih mimpiku. Kini tibalah saatnya aku akan berusaha untuk meraih mimpi itu. Aku tak ingin menyerah ataupun mundur sebelum aku mencoba untuk meraihnya. Wahai sang rembulan akan ku buktikan padamu bahwa aku bisa meraih mimpiku.

Aku yakin akan apa yang ingin aku lakukan.