Jumat, 27 Februari 2009

Di Kala Ku Bersama Sahabatku



Di kala t
erbit fajar datang menyingsing pagi. Dan sang surya telah menampakkan sinar indahnya. Aku duduk di tepian danau tuk sejenak termenung dalam khayalanku. Di temani hembusan angin dan semerbak harum bunga bunga yang mewangi. Disinilah ku coba tuk melepas semua beban dihatiku dan mencoba memberanikan diriku untuk melawan ketakutan untuk menghadapi esok hari.

Di tempat inilah kucurahkan segalanya,semua penat di hatiku dan benakku. Ku curahkan semua yang kurasakan bersama hembusan angin dan tetesan air yang mengalir. Bersama kawan merpati ku ingin terbang ke awan dan ke angkasa. Dan kini di kala sang senja hadir dalam lamunanku,ku teringat bahwa saat ini ku hanya bermimpi. Bermimpi tentang sesuatu yang tak pasti. Ku tak ingin bila yang kurasa kini hanya mimpi belaka. Karena ku hanya inginkan sesuatu yang pasti.

Dan kini disaat malam telah hadir dan di ikuti cahaya sang rembulan. Ku temukan titik terang dalam hatiku yaitu kerlap kerlip cahaya bintang yang kan menemaniku dalam kesendirianku di setiap malam. Bahkan kini sang rembulan tersenyum menatapku. Dan sang rembulan mengajakku untuk terbang ke angkasa tuk sejenak ajakku bermimpi. Dan dia mengajarkanku untuk menghadapi kegelapan. Dia yang mengajakku tuk melawan kesedihan dan ketakutan.

Sang rembula dan bintang mengajakku tuk hadapi esok hari. Dan membuatku yakin bahwa esok hari ku masih bisa menatap sang matahari. Dan membuatku yakin bahwa disini ku tak sendiri. Tapi masih banyak orang yang mau mengulurkan tangannya untukku dan menggenggam erat tanganku dan takkan pernah untuk melepasnya. Mereka yang mengajarkanku tentang arti sebuah persahabatan.

Suatu persahabatan tak hanya di ucapkan di setiap kata yang terucap. Tapi di rasakan di dalam hati dan memaknai apa yang telah terjadi. Dan suatu persahabatan takkan mudah untuk dilalui. Karena ada masanya untuk sebuah persahabatan di pertaruhkan untuk sebuah kepercayaan dan kebersamaan. Bahkan juga mengharuskan adanya kasih sayang yang terukir dalam sebuah persahabatan. Mungkin dalam waktu sedetik saja persahabatan bisa terpecah. Tapi seketika persahabatan itu akan kembali pada masanya. Dan pasti akan ada suatu rasa kerinduan yang di rasa dalam suatu persahabatan. Dan yang akan membuat erat dan utuhnya tali persahabatan.

Kamis, 26 Februari 2009

Mimpiku

Di kala terbit fajar datang di iringi indahnya sinar matahari burung burung mulai mengepakkan sayap indahnya untuk terbang ke awan. Dan disini aku duduk termangu dalam kesendirianku. Di tepian danau ku hanya bisa menatap indahnya langit dan derasnya air yang mengalir. Aku bukan merpati yang bisa terbang. Dan aku juga bukan sang fajar yang bisa memberikan cahaya ketenangan.
Ku hanyalah seseorang yang bermimpi tentang keindahan yang ingin ku rasakan. Meskipun yang pada kenyataannya mimpiku tak semuanya bisa aku raih. Dan disinilah ku coba merenung sejenak tuk melepas semua beban dan penat di dada serta benakku. Ku ingin mendapat sebuah jawaban dari semua pertanyaan di hatiku. Hingga ku tahu bagaimana aku harus menghadapi semua ini.
Dan kini di kala sang senja telah hadir tuk menggantikan pagi,aku mulai tersadar dari lamunanku. Ku berdiri dan beranjak pergi dari tempat dimana ku telah bermimpi. Ku coba untuk bangkit dari keterpurukan ini tuk gapai mimpiku. Ku tak ingin hanya bermimpi tapi ku ingin raih mimpiku. Meskipun belum tentu mimpi yang ku harapkan bisa aku raih. Tapi aku hanya ingin berusaha untuk meraihnya. Ku tak ingin di anggap lemah dan hanya bisa bermimpi,tapi ku hanya ingin buktkan bahwa aku bisa.
Sang rembulan telah hadir dalam hatiku dan mengajakku untuk meraih mimpiku. Kini tibalah saatnya aku akan berusaha untuk meraih mimpi itu. Aku tak ingin menyerah ataupun mundur sebelum aku mencoba untuk meraihnya. Wahai sang rembulan akan ku buktikan padamu bahwa aku bisa meraih mimpiku.

Aku yakin akan apa yang ingin aku lakukan.